BAB IV
Pengukuran
Penyimpangan (Range-Deviasi-Varian)
Posted on October 6, 2013
Pengukuran Penyimpangan (Range-Deviasi-Varian)
Posted on October 6, 2013
Pengukuran Penyimpangan (Range-Deviasi-Varian)
I.
PENDAHULUAN
Ukuran penyimpangan adalah ukuran
yang menunjukkan besar kecilnya perbedaan data dari rata-ratanya. Ukuran ini bisa
juga disebutkan sebagai ukuran yang menunjukkan perbedaan antara data satu
dengan lainnya. Di depan kita sudah mempelajari ukuran-ukuran gejala pusat,
seperti: mean, median, modus dan lain-lain. Ukuran-ukuran itu bisa kita gunakan
untuk menggambarkan keadaan sekumpulan data, tetapi gambaran itu masih kurang
lengkap apabila tidak disertai dengan ukuran-ukuran penyimpangan. Hal ini
disebabkan karena dengan ukuran gejala pusat saja mungkin beberapa kumpulan
data yang sebenarnya berbeda bisa disimpulkan sama.
II. RANGE
Range adalah perbedaan antara data
terbesar dengan data terkecil yang terdapat pada sekelompok data. Range mudah
dipahami serta menghitungnya cepat dan mudah, sehingga range ini walaupun
kurang teliti tetapi sering digunakan apabila segera dibutuhkan. Kelemahan
range ini adalah kurang teliti, hanya menyebutkan perbedaan data terbesar dan
data terkecil saja, tidak menjelaskan distribusi data-data lainnya yang
terletak di antara kedua data itu. Sehingga untuk kelompok-kelompok data yang
berbeda penyimpangannya, range-nya bisa sama asal data yang terkecil dan data
yang terbesar sama.
1. Untuk Data Tidak Berkelompok
Sebagai contoh misalnya ada tiga kelompok data sebagai berikut:
Data pertama : 5 20 20 20 20 20 20
Data kedua : 5 5 5 15 20 20 20
Data ketiga : 5 6 10 11 14 19 20
Jarak (range) = Nilai Terbesar – Nilai Terkecil
Ketiga data itu mempunyai range sama, yaitu sebesar 20 – 5 = 15, tetapi penyebaran data-datanya berbeda. Tentu saja penyimpangan data dari rata-ratanya masing-masing kelompok data juga berbeda.
2. Untuk Data Berkelompok
Contoh : berikut ini adalah data yang sudah dikelompokkan dari harga saham pilihan pada bulan Juni 2012 di BEJ. Hitunglah Range dari data tersebut
Kelas Ke Interval Jumlah Frekuensi
1 161 – 304 2
2 305 – 448 5
3 449 – 592 9
4 593 – 736 3
5 737 – 879 1
Penyelesaian:
Range = batas atas kelas tertinggi – batas bawah kelas terendah
= 879 – 161
= 718
1. Untuk Data Tidak Berkelompok
Sebagai contoh misalnya ada tiga kelompok data sebagai berikut:
Data pertama : 5 20 20 20 20 20 20
Data kedua : 5 5 5 15 20 20 20
Data ketiga : 5 6 10 11 14 19 20
Jarak (range) = Nilai Terbesar – Nilai Terkecil
Ketiga data itu mempunyai range sama, yaitu sebesar 20 – 5 = 15, tetapi penyebaran data-datanya berbeda. Tentu saja penyimpangan data dari rata-ratanya masing-masing kelompok data juga berbeda.
2. Untuk Data Berkelompok
Contoh : berikut ini adalah data yang sudah dikelompokkan dari harga saham pilihan pada bulan Juni 2012 di BEJ. Hitunglah Range dari data tersebut
Kelas Ke Interval Jumlah Frekuensi
1 161 – 304 2
2 305 – 448 5
3 449 – 592 9
4 593 – 736 3
5 737 – 879 1
Penyelesaian:
Range = batas atas kelas tertinggi – batas bawah kelas terendah
= 879 – 161
= 718
II.
DEVIASI RATA-RATA
Deviasi rata-rata adalah rata-rata
penyimpangan data-data dari rata-rata (mean)-nya. Di dalam menghitung deviasi
rata-rata harus kita cari rata-rata dari harga mutlak selisih antara tiap-tiap
data dengan meannya. Harga mutlak adalah nilai dengan tidak memandang positif
atau negatif, semuanya dianggap positif. Harga mutlak dari X biasanya ditulis
dengan │X│.
a. Mencari Deviasi Rata-rata Untuk Data yang Tidak Dikelompokkan
a. Mencari Deviasi Rata-rata Untuk Data yang Tidak Dikelompokkan
Kenapa harus
dicari harga mutlaknya dulu, karena jika langsung kita cari nilai rata-rata
dari selisih data-data dari meannya tanpa diabaikan tanda positif dan
negatifnya, maka rata-rata dari selisih itu = 0.
Sebagai contoh, misalnya untuk data sebagai berikut:
8 17 22 10 13
Mean-nya = ( 8 + 17 + 22 + 10 +13 )/5 = 14. Dengan demikian rata-rata selisih data-data itu terhadap mean (tanpa diabaikan tanda positif dan negatifnya) sebagai berikut:
MD = (8-14) + (17-14) + (22-14) + (10-14) + (13-14)/5
= (-6) + 3 + 8 + (-4) + (-1)/5
= 0
Oleh karena itu harus dicari dulu harga mutlaknya seperti pada rumus di atas. Sehingga besarnya deviasi rata-rata sebagai berikut:
Deviasi rata-rata = │8-14│+ │17-14│ + │22-14│ + │10-14│ + │13-14│/5
= (6 + 3 + 8 + 4 + 1)/5
= 22/5 = 4,4.
Sebagai contoh, misalnya untuk data sebagai berikut:
8 17 22 10 13
Mean-nya = ( 8 + 17 + 22 + 10 +13 )/5 = 14. Dengan demikian rata-rata selisih data-data itu terhadap mean (tanpa diabaikan tanda positif dan negatifnya) sebagai berikut:
MD = (8-14) + (17-14) + (22-14) + (10-14) + (13-14)/5
= (-6) + 3 + 8 + (-4) + (-1)/5
= 0
Oleh karena itu harus dicari dulu harga mutlaknya seperti pada rumus di atas. Sehingga besarnya deviasi rata-rata sebagai berikut:
Deviasi rata-rata = │8-14│+ │17-14│ + │22-14│ + │10-14│ + │13-14│/5
= (6 + 3 + 8 + 4 + 1)/5
= 22/5 = 4,4.
b. Mencari
Deviasi Rata-rata Untuk Data yang Dikelompokkan
IV. VARIANS
DAN STANDAR DEVIASI
Varians dan Standar deviasi adalah sebuah ukuran penyebaran yang menunjukkan standar penyimpangan atau deviasi data terhadap penyimpangan rata-ratanya.
1. Untuk Data Tidak Berkelompok
Varians adalah rata-rata hitung deviasi kuadrat setiap data terhadap rata-rata hitungnya. Rumusnya :
Varians dan Standar deviasi adalah sebuah ukuran penyebaran yang menunjukkan standar penyimpangan atau deviasi data terhadap penyimpangan rata-ratanya.
1. Untuk Data Tidak Berkelompok
Varians adalah rata-rata hitung deviasi kuadrat setiap data terhadap rata-rata hitungnya. Rumusnya :
Standar
Deviasi adalah akar kuadrat dari varians dan menunjukkan standar penyimpangan
data terhadap nilai rata-ratanya. Rumusnya:
2. Untuk
Data Berkelompok
Rumus varians untuk data berkelompok adalah sebagai berikut:
Rumus varians untuk data berkelompok adalah sebagai berikut:
Sedangkan,
rumus standar deviasinya adalah :
Daftar
pustaka :
§ Pangestu Subagyo, (2008), Statistik Deskriptif, Yogyakarta: BPFE
§ Levin, Richard, (2008), Statistics for Management, New York: Prentice-Hall
§ Purwanto & Suharyadi, (2007), Statistika untuk Ekonomi dan Keuangan Modern ed 2, Jakarta: Salemba Empat
§ Pangestu Subagyo, (2008), Statistik Deskriptif, Yogyakarta: BPFE
§ Levin, Richard, (2008), Statistics for Management, New York: Prentice-Hall
§ Purwanto & Suharyadi, (2007), Statistika untuk Ekonomi dan Keuangan Modern ed 2, Jakarta: Salemba Empat






Tidak ada komentar:
Posting Komentar